Pakalolo, Bukan Merek Italia Lho...



Nama merek Pakalolo, sepintas seperti nama sebuah merek asal Italia. Terlebih digunakan untuk merek sepatu pria, di mana negeri asal Valentino Rossi itu menjadi salah satu kiblatnya, makin mengesankan keasingannya.

Padahal, semua salah adanya. Pakalolo merupakan merek asli Indonesia. Kata pakalolo diambil dari bahasa Bugis yang artinya: orang muda suka jalan-jalan.

Pakalolo dibuat oleh PT Teguh Murni Perdana (TMP), perusahaan yang sejak lama sudah bergelut di bisnis sepatu. Di tahun 1960-an, TMP sudah masuk pasar dengan menggunakan merek Enny Shoes. Memasuki tahun 1980-an, perusahaan yang didirikan oleh Husein Pangestu ini pun meluncurkan merek terbarunya, Grado. Sayangnya, Enny Shoes kini tidak dikembangkan lagi, sedangkan Grado difokuskan untuk produk sandal dan sepatu dari bahan sintetis. Adapun merek Pakalolo sendiri baru hadir tahun 1990-an.

Husein menuturkan, TMP bermula dari industri rumahan yang memiliki karyawan tak lebih dari lima orang. Perlahan tetapi pasti, perusahaan yang didirikannya tahun 1958 ini terus mengalami pertumbuhan. Sampai akhirnya, mereka bisa membangun pabrik di wilayah Tangerang.

Husein mengakui, di Singapura memang ada produk yang menggunakan merek Pakalolo. Namun TMP berhasil meregistrasikan nama merek ini lebih dulu di Indonesia. “Buat orang Bugis, arti Pakalolo itu orang lajang tukang jalan,?” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Husein, Indonesia memiliki kualitas kulit yang dikenal di pasar internasional. Karena itu, Pakalolo ia fokuskan pada sepatu yang terbuat dari kulit. “Bikin sepatu itu bukan hal mudah. Harus pas. Kalau tidak pas, ya tidak nyaman,” ujarnya seraya menambahkan, maka itu memproduksi sepatu tidak boleh asal-asalan.

Sejak awal, lanjut Husein, Pakalolo memang diposisikan untuk pasar menengah-atas, sedangkan di pasar menengah-bawah, ia mengedepankan merek Grado. Hanya saja, karena harga jual Pakalolo tergolong cukup terjangkau (di bawah Rp 500 ribu), maka produk ini malah merangsek ke segmen pasar kelas menengah.

Sampai sekarang, Pakalolo menjadi flagship bagi TMP. Maka, kualitas produk ini sangat dijaga. Mulai dari bahan baku kulit, proses pembuatan sampai kenyamanan saat digunakan oleh konsumen menjadi perhatian utamanya.

SWA/Taufik Hidayat/Herning Banirestu

2 comments:

Cak Gur mengatakan...

Maaf..
SMS via 085 6591 39939
Tgl 21 November 2014, saya Order :
1. Type ART 863 A, Size 42
2. Type ART 5103N, Size 41
ke
UMI Kurniawati
Jl. Ngaglik Gang 2 No : 1
NOJOKERTO 61321
Jatim.
Tapi sampai sekarang belum mendapat balasan berapa yang harus tak transfer.
Tak tunggu di guruh62@gmail.com
Trimakasih atas kerjasamanya

Cak Gur mengatakan...

Maaf..
SMS via 085 6591 39939
Tgl 21 November 2014, saya Order :
1. Type ART 863 A, Size 42
2. Type ART 5103N, Size 41
ke
UMI Kurniawati
Jl. Ngaglik Gang 2 No : 1
NOJOKERTO 61321
Jatim.
Tapi sampai sekarang belum mendapat balasan berapa yang harus tak transfer.
Tak tunggu di guruh62@gmail.com
Trimakasih atas kerjasamanya